Problematika KPMS Menuju HMPS Demokratis

28 08 2009

MENJELANG pemilihan kandidat HMPS Sos (Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi) yang baru periode 2009-2010, kedua kandidat Ernest dan Suster Sanctisima telah siap untuk berkampanye serta melakukan debat di depan mahasiswa Sosiologi. Dalam hal ini persiapan yang dilakukan oleh anggota KPMS dapat dikatakan telah 80% siap namun ada hal yang masih menjadi problematik dalam menentukan tempat yang sesuai untuk pemilu yang demokrasi.

Apakah di Ruang Kemahasiswaan (RK) atau di ruang lobby, dengan segala pertimbangan serta anggaran yang diperlukan, menurut Fredek Efendi Lodar selaku ketua KPMS (Komisi Pemilu Mahasiswa Sosiologi) bahwa untuk tempat masih harus dirundingkan lagi. Ada beberapa pertimbangan masalah tempat ini yaitu dengan memilih (RK) cukup efesien sekaligus memperkenalkan RK kepada mahasiswa sosiologi angkatan 2009 dan mahasiswa sosiologi yang tidak pernah datang ke Ruang Kemahasiswaan.

Pertimbangan kedua memilih lobby karena momen pemilu HMPS yang pertama kali secara demokrasi, terbuka dan transparansi. Ini tempat yang lebih mudah di akses oleh mahasiswa sosiologi bahkan mahasiwa komunikasi, sedangkan untuk kotak suara dan bilik untuk pemilu dapat meminjam dari BEM pada pemilihan ketua BEM tahun lalu. Walaupun demikian, KPMS masih merasa kesulitan mengenai anggaran terkait tempat serta publikasi kepada mahasiswa sosiologi.

Hal lain yang harus dilakukan KPMS mengenai jumlah daftar pemilih tetap, yaitu mengetahui berapa banyak jumlah mahasiswa sosiologi yang aktif kuliah dengan persyaratan memilih yang boleh dikatakan cukup mudah yaitu dengan menunjukkan KTM sebagai tanda pengenal kepada panitia.

KPMS juga harus siap dalam menentukan moderator yang independen dan netral dalam kontes debat kedua kandidat. Kabar yang cukup santer terdengar sebagai moderator adalah Ining Isaiyah (mahasiswa angkatan 2006). Mengapa memilih Ining sebagai moderator dikarenakan Ining dilihat tidak memihak terhadap salah satu pasangan kandidat yang ada. Ini masih sekedar opini belaka yang diutarakan mahasiswa sosiologi.
Kontes debat akan dilakukan di ruang kelas dan dihadiri sejumlah mahasiswa sosiologi serta mengundang dosen-dosen sosiologi. Ajang debat ini, merupakan salah satu langkah untuk para kandidat meraih kursi Ketua HMPS, selain juga merupakan pembelajaran bagi mahasiswa/i sosiologi bagaimana menyampaikan visi-misi dan program kerjanya di depan publik.

Memang prodi sosiologi baru pertama kali melaksanakan pemilu HMPS yang demokratis, tapi bagaimanapun jika dilihat dari perspektif demokrasi, tempat yang strategis untuk pemilu adalah di tempat terbuka, baik itu untuk forum debat maupun pemilu bahkan serah terima jabatan.

Konsep debat yang akan dilaksanakan seharusnya mempertemukan kedua kandidat saling menanggapi satu sama lain dan dimoderatori. Sejauh ini, upaya-upaya KPMS untuk memaksimalkan persiapan pemilu yang demokrasi, dapat dilihat melalui pemasangan poster sebagai publikasi dan mewawancarai kedua pasangan kandidat ketua HMPS.

Pro-kontra seputar pemilu HMPS memang tidak dapat dihindari, akan selalu ada kritik sana-sini, dan kita tidak perlu lari darinya agar bisa membawa pendewasaan kita dalam berpikir dan bertindak. Momen ini merupakan hal penting bagi mahasiswa/i sosiologi dan sejarah bagi HMPS untuk membawa perubahan di masa akan datang. Semoga!!!

[Kalize & Hesti]


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: