Strategi Kepemimpinan Ernest – Moe “Mengandalkan Pola Komunikasi Yang Baik”

26 08 2009

IMG_0729

IMG_0753

Tidak ada yang tidak mungkin” ucap Timotius Moe Kandidat Wakil Ketua HMPS Sosiologi ketika ditanya tentang 11 program kerja yang ditawarkan. Spekulasi yang berkembang di ranah program studi Sosiologi yaitu kepemimpinan Ernest – Moe adalah kepemimpinan “lanjutkan” dari kepemimpinan HMPS Sosiologi sebelumnya (Ketua Andi W Inggita) sebab beberapa program kerja adalah konsep dari program kerja kepemimpinan Andi yang selama satu tahun hanya berjalan dua program kerja saja! Banyak yang menilai HMPS Sos sebelumnya telah gagal mengaspirasikan kebutuhan mahasiswa/i sosiologi. Alasan mandeknya program kerja karena adanya bentrok dengan waktu dan pemikiran dengan Kaprodi.

Moe sendiri berpendapat apabila terpilih nanti dan kasus bentrok akan terulang kembali, cara menyiasatinya yaitu tidak memaksakan satu pihak dan mencari solusi terbaik. Sikap dan pola pikir Ernest – Moe terbuka dengan saran, kritik dan mengandalkan pola komunikasi yang baik. Apakah yang dimaksud dengan pola komunikasi yang baik itu? Pola komunikasi yang baik menurut Moe dapat diterapkan pada saat melakukan program kerja dengan tidak menunjuk Koordinator sebab apabila terjadi pemaksaan, program kerja tidak akan berjalan dengan semestinya.

Persoalan – persoalan yang terjadi di Prodi Sosiologi menurut Moe yaitu terjadinya gap – gap di Prodi Sosiologi karena kurangnya suatu wadah untuk menyatukan angkatan lama dengan angkatan baru. Aktivitas perkuliahan menjadi penyebab munculnya gap – gap diantara mereka maka program kerja yang ditawarkan bukanlah diskusi melainkan semacam sarasehan untuk berbagi pengalaman tentang proses perkuliahan di Prodi Sosiologi. Selain itu, persoalan terjadi di kubu internal HMPS Sos yaitu individualisnya SSC dan Buletin dan berharap ketika terpilih akan melakukan forum agar pola komunikasi menjadi baik dan berjalan bersama – sama dengan HMPS Sos. Jumlah mahasiswa/i sosiologi yang sedikit bagi Moe bukanlah persoalan sebab setiap orang mempunyai keinginan untuk memilih jurusan yang disukai, namun yang menjadi kritik yaitu kurangnya promosi ke siswa/i tentang menariknya Jurusan Sosiologi maka dari itu, jika terpilih kepemimpinan Ernest – Moe merencanakan membuat debat SMA se Jogjakarta dengan tema – tema sosial tentunya. Sekali lagi, Moe yakin kalau ide ini akan terealisasi bila mengandalkan tim yang baik.

Sebagai seseorang yang sabar, pengertian, peka dan berpikiran positif, Moe mampu berkompromi dengan Ernest sebagai Kandidat Ketua HMPS yang akan bekerjasama demi memajukan prodi sosiologi lebih baik kedepannya. Sebab Ernest di mata Moe adalah sosok demokratis yang menerima semua masukan baik positif maupun negatif.

Angin berhembus kencang dan terasa di pojok selasar gedung perpustakaan ketika kami berdiskusi tentang upaya yang dilakukan Kandidat Nomor urut 1 perihal menjalin kerjasama dengan tetangga prodi komunikasi. Jawaban seadanya bahwa HMPS Sos kedepan hanya akan mengkoordinir mahasiswa/i sosiologi dalam acara – acara yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa seperti waung nite, seminar / diskusi, inisiasi, dsb.

Diskusi dan wawancara hari selasa (18/08) dengan suasana santai – penuh canda tawa diakhiri dengan pertanyaan “mampukah pasangan ini membawa HMPS Sos ke masa depan yang lebih baik seperti yang diharapkan oleh semua pihak?” Lanjutkan atau Tidak?.

[Anka]


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: