:Sociology Event: WORKSHOP “ Becoming Active and Responsible Student”

1 08 2009

HMPS SOSIOLOGI
WORKSHOP
“ Becoming Active and Responsible Student”

Pada tanggal 20-21 September 2008, HMPS Sosiologi mengadakan kegiatan Pelatihan Pengembangan Kepribadian bagi mahasiswa baru. Kegiatan tersebut berlangsung di Puri Perwita Sari yang berada di Desa Turi yang bertujuan mengembangkan kepribadian bagi mahasiswa baru dimana mereka telah masuk dalam ruang lingkup belajar yang sudah berbeda dari sebelumnya di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).Kegiatan ini mempunyai manfaat yang sangat penting yaitu pembentukan kepribadian dan karakter dari setiap mahasiswa agar dia bisa menjadi aktif dalam menjalani proses belajar di perguruan tinggi.
Workshop didampingi oleh Pak Andreas Susanto dan juga Anna Susanto selaku alumni Sosiologi UAJY. Pembentukan panitia dalam workshop ini sebagai berikut, Andi’06 sebagai Penanggung Jawab, Bayu’06 sebagai Ketua Panitia, Vera’06 sebagai Bendahara, Panji’06 dan Moe’06 sebagai Seksi Perlengkapan, Harry’06 sebagai Seksi Keamanan, Tika’07 sebagai Seksi Konsumsi dan Icha’07 sebagai P3K.

wh1Bukan hanya bagi mahasiswa 2008, tapi para panitia yang notabene angkatan 2006 dan 2007 pun ikut membaur menjadi satu didalam kegiatan tersebut. Didalam workshop tersebut, tidak ada pembatas antara panitia dan peserta. Setiap acara dari kegiatan tersebut terkesan santai tapi serius, jadi para peserta tidak jenuh dan merasa bosan dalam mengikuti setiap acara yang berlangsung.
Para peserta dan panitia berkumpul di kampus FISIP pukul 09.00 WIB, kemudian kita berangkat dengan menggunakan sepeda motor, hal ini bertujuan untuk melatih kemandiran mahasiswa agar tidak selalu tergantung pada orang lain. Pukul 10.00 WIB acara dimulai dengan penjelasan kembali maksud dan tujuan dan apa saja agenda kegiatan yang akan dijalani selama dua hari satu malam ini sehingga kita dapat mengingatkan komitmen menjadi peserta workshop. Dalam penjelasan kembali tentang agenda kegiatan workshop, Pak Andreas memberikan kata-kata mutiara yang menjadikan para peserta lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan perkenalan diri melalui games, yang pertama kita berusaha mengenal diri kita sendiri dalam arti kita berangan-angan seperti sedang berkaca dan saat itu apa yang kita temukan dalam diri kita. Yang kedua, peserta memilih pasangannya sendiri yang belum dia kenali, kemudian berkenalan satu sama lain. Dalam proses perkenalan, banyak pertanyaan yang muncul walau ada sebagian yang aneh-aneh berupa pertanyaan-pertanyaan yang tidak biasanya ditanyakan. Misalnya, “kamu punya berapa anjing?”. Sesudah itu hasil dari games tersebut di presentasikan ke depan teman-teman.
Pukul 12.00 WIB, waktunya makan siang, semua peserta mengambil makanannya sendiri-sendiri alias prasmanan. Ranggi yang merupakan salah satu peserta workshop mengatakan, ”wah, kita disini makan terus dah gitu enak-enak lagi, gimana kalau lebih lama disini bisa tambah n’dut aq hehehe”. Pukul 13.00, acara dilanjutkan dengan kegiatan penggambaran diri. Para peserta dibagikan 2 lembar kertas HVS, yang 1 lembar dipergunakan untuk menuliskan diri kita seperti apa dengan satu kata dan lembar yang kedua digunakan untuk menjelaskan maksud pemilihan kata pada lembar pertama dengan gambar, kemudian kita mempresentasikan kenapa kita memilih gambar tersebut contohnya Rudolf yang memilih kata ”tenang” dan menggambarkan dirinya dengan gambar smile.
Kegiatan berikutnya, bagaimana kita dalam melawan rasa takut atau ketakutan apa yang sering kita rasakan, dimana kita sering dihantui akan pikiran kita yang membuat kita malu dan takut. Para peserta diminta untuk membentuk kelompok dan dalam kelompok mereka mendiskusikan tentang apa saja yang mereka takuti kemudian dipresentasikan. Dalam presentasi tiap kelompok, muncul satu pertanyaan yang membingungkan, ”apa sih perbedaan rasa takut dan malu”, tetapi belum ada jawaban yang pasti sehingga semua itu kembali pada diri kita bagaimana menyikapinya.
Pada pukul 19.00, acara dimulai kembali dengan kegiatan diskusi kelompok tentang ”hambatan dalam proses perkuliahan”. Pada kegiatan ini kita diminta untuk menjelaskan apa saja hambatan kita selama menjalani perkuliahan. Ada beberapa hambatan yang dirasakan oleh para peserta yaitu; tidak bisa bangun pagi, kurang persiapan saat kuliah, beberapa dosen galak atau suka membentak-bentak saat mengajar. Acara selanjutnya yaitu para peserta diminta untuk melakukan apa yang belum pernah dilakukan di depan peserta-peserta lain, pak Andreas dan Anna. Ini adalah acara yang paling lucu karena banyak aksi yang aneh-aneh yang dipertunjukan. Misalnya, Yohanes menjadi pengemis, Bayu dan Vera dengan aksi goyang sabun dan ada juga yang buka baju, ekspresi wajah dan menyatakan cinta. Kegiatan pada hari pertama berlangsung sampai pukul 23.00 WIB dimana pada jam 22.00 WIB ada pemutaran film dan acara bebas, setiap peserta diberi kebebasan.
Hari kedua, dimulai pada pukul 06.00 WIB dengan lari pagi bersama. Pukul 09.00 WIB acara dimulai kembali dengan kegiatan yang diberi nama Action Plan yang bertujuan untuk mengurangi hambatan atau gangguan dalam proses belajar. Action plan tersebut harus dilakukan dan akan dibuktikan dalam tiga minggu kedepan. Dalam tiga minggu lagi akan diadakan pertemuan untuk melihat apakah action plan tersebut sudah dalaiksanakan dengan baik guna memperoleh kemajuan dan perubahan yang lebih baik. Dalam kegiatan berikutnya, Ibu Lucinda juga membagi pengalamannya tentang kebudayaan Jepang, dimana kehidupan masyarakat bisa mengalami kemajuaan baik dalam bidang ekonomi dan teknologi. Dan kegiatan ditutup dengan acara ceremony , di dalamnya ada pementasan aksi dari peserta seperti membaca puisi, menyanyi, melawak, pembawa acara (MC), menari dan action. Penutupan acara dengan jabat tangan antara peserta dan para dosen serta pembagian souvenir.

Kami HMPS Sosiologi berterima kasih atas partisipasi dan peran serta dari teman-teman angkatan 2008 dalam keberhasilan dari kegiatan ini. Dan juga kami berterima kasih kepada Pak Andreas Susanto dan segenap pengajar yang lain, karena telah mendampingi dan membentuk kepribadian kami menjadi lebih baik. Janganlah pernah malu untuk berbicara dan bangkitlah dari tidurmu yang lama. Sampai ketemu lagi pada pertemuan Action Plan.

Oleh Andi Inggita dan Permita Mustikawati


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: