:pustaka: Selebriti Mendadak Politisi

1 08 2009

3Judul : Selebriti mendadak Politisi Studi Atas Pragmatisme Kaum Selebriti Dari Panggung Hiburan Menuju Panggung Politik
Penulis: Alfito Deannova Gintings
Penerbit: Arti Bumi Intaran
Tebal : xxii-205

Tak Cukup Hanya Popularitas
Sejumlah pesohor dari panggung hiburan (selebriti) “hijrah” dan “mentas” di panggung politik. Mereka berlaga dalam Pemilihan Umum (pemilu) sebagai calon legislatif (caleg). Sebagian sukses dengan prestasi mencengangkan; mengalahkan politisi-politisi senior. Namun lebih banyak lagi yang terpental.

Buku yang ditulis berdasarkan hasil penelitian ini mengupas persoalan itu. Kendati ruang lingkup penelitiannya adalah pemilu tahun 2004, akan tetapi beberapa faktor penyebab yang ditemukan relevan setidaknya sebagai titik berangkat untuk studi selanjutnya. Mengingat fakta dari 61 orang caleg selebriti yang berkompetisi dalam pemilihan umum tahun 2009 ini hanya 16 orang diantaranya yang sukses melenggang ke Senayan.

Munculnya caleg selebriti merupakan buah dari pertemuan dua kepentingan. Kepentigan partai politik disatu sisi dan selebriti di sisi lain. Alfito, penulis buku ini menyebutnya ekuilibrium politik.
Kepentingan utama partai adalah menjadikan artis sebagai vote getter. Menurut asumsi Alfito pendekatan pragmatis ini ditempuh partai politik terutama disebabkan sistem pemilihan umum yang menggunakan sistem proposional terbuka, di mana faktor orientasi kandidat (caleg) menjadi pengaruh determinan bagi seorang pemilih mejatuhkan pilihannya. Di sini tingkat exposure caleg kepada pemilih menjadi penentu tersendiri. Selebriti yang sudah dikenal luas dianggap memenuhi kualifikasi ini.
Sementara motivasi selebriti menerima pinangan partai politik beragam. Selain keprihatinan-keprihatinan politis yang ingin diperjuangkan, fakkor materi tidak bisa dinafikan begitu saja. Semakin pendeknya masa karir selebriti saat ini diduga menjadi salah satu pertimbangannya.

Sempurnanya pertemuan dua kepentingan itu, namun fakta hasil perolehan suara pemilu secara keseluruhan menunjukkan popularitas saja tidak cukup memudahkan. Penelitian Alfito ini membeberkan beberapa aspek yang menjadikan keberhasilan maupun kegagalan seorang caleg selebriti.

Penelitian itu juga dilengkapi analisa perbandingan fenomena sama yang terjadi di mancanegara seperti Jepang dan Amerika Serikat (AS).
Lepas dari keungulannya, memilih unit analisis caleg selebriti sebagaimana tertera pada sub judulnya; studi atas pragmatisme kaum selebriti. Buku ini kurang memerhatikan pragmatisme yang lain, yaitu pragmatisme partai politik. Namun itu tidak mengurangi nilai buku ini, selain kesalahan pengetikan di sana-sini yang agak mengganggu, buku hasil penelitian ini layak diapresiasi.

Oleh : Yazalde Manaka Savio


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: