:opini: UU Pornografi yang ga’ nusantara

1 08 2009

UU Pornografi yang ga’ nusantara

Pertama-tama saya cuma mau bilang kalau rubrik opini ini kan untuk orang yang ingin beropini, jadi saya disini ingin beropini tentang apa yang terjadi di Indonesia, negara yang semakin lama, semakin tidak saya cintai.

Disini saya ingin sedikit berkomentar tentang tentang Undang-undang (UU) Pornografi yang sedang dirancang oleh wakil rakyat di Jakarta. Para wakil rakyat inipun sudah melakukan uji publik di beberapa daerah untuk melihat apakah UU Pornografi ini dapat dijalankan dimasyarakat atau tidak. Tapi hasil yang didapatpun tidak terlalu meyakinkan. UU Pornografi sendiri masih banyak menuai protes dari masyarakat. Sebenarnya kalau dilihat, memang UU Pornografi yang sedang dirancang ini memiliki banyak kekurangan, khususnya bagi para kaum wanita.

Sejauh yang saya ketahui, UU Pornografi yang sedang dirancang ini akan banyak mempersempit peluang kerja bagi para kaum wanita, karena dalam undang-undang ini melarang kaum wanita untuk berpakaian yang agak terbuka. Hal tersebut akan menghilangkan lapangan kerja bagi para wanita yang pekerjaannya mengharuskan mereka berpenampilan menarik (sedikit sexy untuk menarik perhatian orang) di depan umum. Tentu hal ini yang akan diperjuangkan oleh para aktivis feminis untuk menentang UU Pornografi ini. UU pornografi juga banyak mendapat penolakan dari daerah yang masih kental sekali dengan budayanya, khususnya Bali. Pakaian daerah budaya Bali yang mengharuskan wanita menggunakan pakaian yang agak terbuka di bagian atas.

Saya sendiri ingin mengutarakan dampak dari UU Pornografi bagi masyarakat di Papua. UU Pornografi yang sedang dirancang ini akan menghilangkan tari-tarian khas daerah Papua, karena kebanyakan tarian khas daerah Papua banyak menggunakan pakaian yang terbuka. Selain itu, akan memaksa orang Wamena yang dalam kesehariannya menggunakan pakaian adat harus mengganti kebiasaan mereka itu. Bukankah kedua hal diatas akan menghilangkan keaslian budaya orang Papua?. Kalau kita memberikan contoh, perempuan wamena yang berpakaian hanya menutupi sebagian tubuh, jarang diperkosa atau jarang terjadi pelecehan terhadap perempuan wamena. Tetapi di Negara timur tengah banyak terjadi pelecehan terhadap perempuan, padahal para wanita di timur tengah menggunakan pakaian yang sangat tertutup.

Tentunya ini sudah menjadi bukti bahwa pornografi bukan dikendalikan oleh pakaian dan tubuh wanita tapi oleh pikiran manusia juga. Penolakan UU Pornografi di Papua dilandaskan berdasarkan UU otonomi khusus. UU otonomi khusus ini adalah UU yang mengatur tentang hak hidup orang Papua, sehingga UU lain yang bertujuan untuk menghilangkan keaslian/identitas orang Papua tidak harus diterapkan di Papua.

Namun dari sini kita dapat melihat bahwa betapa tidak meratanya kebijakan yang diambil oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). DPR sperti tidak memikirkan masyarakat yang ada di daerah Papua. Bahkan uji publikpun tidak mereka lakukan di daerah Papua. Apa yang sebenarnya sedang diperjuangkan DPR dengan UU Pornografi ini??? UU Pornografi secara tidak langsung akan menyeragamkan cara berbusana bangsa ini yang identik dengan cara berbusana salah satu agama di Indonesia. Apa lagi dengan adanya UU Pornografi ini akan lebih menguatkan budaya patriarki di Indonesia, seperti halnya negara timur tengah.

Kalau Indonesia masih disebut sebagai negara yang memiliki berbagai budaya, DPR tidak harus untuk melanjutkan rancangan UU Pornografi dan mengesahkannya. Tapi jika DPR tetap ngotot untuk mengesahkan UU Pornografi, mungkin sekalian saja dengan berpisahnya daerah-daerah yang memiliki budaya berbeda, yang bertolak belakang dengan UU Pornografi yang dibuat. Karena pemerintah adalah sebuah konsensus yang dibuat oleh masyarakatnya. Tapi jika pemerintah tidak dapat mencirikan berbagai keberagaman yang ada di masyarakat, mungkin sebaiknya dipisahkan saja daerah-daerah yang tidak sama ragamnya dengan ragam negara pada saat itu. Supaya tidak ada konflik didalam negara tersebut.

Oleh : Paskalis Herman


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: