:sociology event: praktikum sosiologi organisasi

30 07 2009

PRATIKUM SOSIOLOGI ORGANISASI

Pada hari Sabtu, 3 Mei 2008, Mahasiswa prodi Sosiologi mengikuti pratikum yang berlokasi di pantai Baron dan pantai Krakal. Pratikum ini diadakan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi Organisasi. Dalam pratikum ini, mahasiswa dibagi dalam tiga kelompok yang masing-masing kelompok meneliti obyek penelitian yang berbeda yaitu tentang pedagang di sekitar pantai, tempat pelelangan ikan dan pelacuran yang berlokasi di pantai Krakal.
Kelompok yang meneliti tempat penjualan ikan (TPI) di pantai baron mencoba mengorek bagaimana jaringan distribusi dalam pelelangan ikan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa setelah memperoleh ikan,para nelayan akan menyetor ke TPI, jenis ikan yang mereka dapatkan berupa udang, cumi-cumi, ikan tongkol, bawal, lobster, ikan pari, serta ikan kakap. Para nelayan akan menyetor ke tempat pelelangan ikan tidak didasarkan berapa jumlah hasil tangkapan mereka. Jika hasil tangkapan ikan sudah disetor ke tempat pelelangan ikan, para nelayan juga akan menentukan harga yang akan dilelang, sebagian lagi akan dijual di sekitar pantai atau didistribusikan di kota-kota lain seperti Semarang dan Yogyakarta.
Dari hasil pelelangan atau penjualan mereka bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp.25.000, pada hari libur mereka bisa mendapatkan keuntungan Rp.75.000-Rp.150.000/harinya. Para nelayan dan pedagang sama-sama mematok harga yang sama untuk setiap jenisnya, tidak ada perbedaan dalam manajemen ini. Jika hasil ikan tidak laku untuk dijual atau dilelang, biasanya ada pengumpul ikan yang mengambilnya untuk dijual kembali di luar pantai baron, seperti di Wonosari.
Dari hasil penelitian mengenai pedagang di sekitar pantai diketahui bahwa Para pedagang yang berada di Pantai Baron kebanyakan berjualan seafood. Kesamaan jenis penjualan yang ada ini karena berada di sekitar lingkungan pantai dan mengambil sumber daya yang berasal dari laut. Namun kesamaan jenis penjualan tidak menimbulkan adanya konflik diantara para pedagang, Pak Suki memberikan contoh bila ada salah satu warung yang ramai maka penjual yang lain membantu penjual yang tempatnya sedang ramai dikunjungi. ( Sumber : Pak Suki pedagang disekitar area Pantai Baron sebagai responden).
Tempat untuk berdagang ini sudah diatur oleh Pemerintah Daerah setempat yang memberikan kewajiban membayar Rp.5000,- setiap minggunya. Menurut Pak Suki uang yang dibayarkan ini nantinya akan digunakan untuk pembangunan Pantai Baron sebagai tempat wisata. Bahkan Pantai Baron nantinya akan dibangun dermaga untuk berlabuhnya kapal-kapal besar.
Untuk mendapatkan bahan berjualan para pedagang ini sangat bergantung pada pasang surutnya air laut. Bila sedang pasang maka hasil tangkapan nelayan akan banyak yang membuat harga menjadi murah. Namun bila sedikit maka bahan untuk berjualan menjadi langka. Namun ini tidak membuat harga makanan di warung-warung menjadi mahal, karena harga sudah diatur dan disepakati bersama yang diwadahi Kelompok Sadar Wisata (PokDarWis).
Penelitian tentang pelacuran berbeda lokasi dengan 2 kelompok lainnya. Penelitian ini berlokasi di pantai Krakal yang berlokasi tidak terlalu jauh dari pantai Baron. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa jumlah PSK (pekerja seks komersial) yang berlokasi di pantai Krakal tidak terlalu banyak atau dapat dikatakan masih minim jika dibandingkan dengan lokasi pelacuran lainnya. Jumlah PSK di tempat tersebut hanya berjumlah lima orang, yang rata-rata telah berumur di atas 30 tahun. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa sebagian besar factor mereka menjadi PSK ialah karena masalah ekonomi yang dihadapi. Adapun faktor lain yang disebabkan karena kegagalan dalam membina rumah tangga.
Para PSK yang sebagian besar berasal dari wilayah Krakal sendiri ini ada yang menggunakan nama samaran. Hal ini mereka lakukan untuk menutupi identitas asli mereka. Konsumen PSK tersebut berasal dari luar negeri maupun penduduk setempat. Ada juga para aparat yang menggunakan “jasa” PSK, bahkan dari informan diketahui bahwa konsumen dominan dari kalangan aparat kepolisian. Akan tetapi jumlah konsumen relative rendah dibandingkan lokasi pelacuran lainnya. Konsumen yang datang kurang lebih hanya 4-5 orang setiap minggunya.
Setelah memperoleh data-data, para mahasiswa dan Bu Sundari selaku dosen pengajar mata kuliah yang bersangkutan berisirahat sejenak sambil menikmati hasil tangkapan laut. Data yang diperoleh pada hari itu belum terlalu lengkap dikarenakan waktu yang relatif singkat yang berkisar dari jam 08.00 – 15.00 WIB.

Oleh Tri Awili Raya Pode


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: