:sociology event: Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar: Usaha membuka wawasan dalam menulis sebuah naskah berita

29 07 2009

Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar: Usaha membuka wawasan dalam menulis sebuah naskah berita

Pada tanggal 22-23 Februari 2008 Prodi Sosiologi melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi Sosiologi (HMPS Sos) mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar. Program pelatihan jurnalistik ini merupakan program kerja tahunan yang wajib dijalankan oleh HMPS Sos pada setiap periode kerjanya. Pelatihan yang berlangsung dua hari dengan menghadirkan dua pembicara, yaitu Bapak Danarka Sasangka, MA Dosen Komunikasi UAJY dan Bapak Drs. Y.B Margantoro Direktur Lembaga Pelatihan Jurnalistik BERNAS Jogja juga sebagai dosen tamu Komunikasi UAJY.

Pertemuan pada hari pertama diawali dengan pengenalan mengenai, bagaimana struktur dalam institusi jurnalistik, serta mengapa sebuah realitas perlu diberitakan oleh pers (dalam hal ini jurnalistik) dan bagaimana seorang  wartawan bekerja atau menempatkan dirinya dalam lingkungan jurnalistik. Sesi kedua langsung diambil alih oleh Bapak Margantoro, adapun materi yang dibawakan meliputi, pengertian jurnalistik, ruang lingkup, prinsip-prinsip jurnalis dan fungsi jurnalis serta berita, feature dan reportase.

Sesuai dengan tema yang diusung oleh panitia “Melihat Sisi Sosial dari Pembangunan Ambarukmo Plaza” peserta diminta untuk menulis atau membuat pemberitaan mengenai fenomena sosial yang muncul dari adanya Ambarukmo Plaza. Terjadi sedikit pergeseran dalam hal lokasi observasi yang awalnya di Ambarukma Plaza dan sekitarnya, menjadi di seputaran kampus Atma Jaya Babarsari, hal itu dikarenakan keadaan cuaca yang tidak memungkinkan karena hujan.

pelthn 2

Pergeseran orientasi lokasi observasi tidak membelokan tema, peserta tetap menulis berita sesuai dengan tema, hanya informan secara spasial tidak dari masyarakat disekitar Ambarukmo Plaza, sehingga para peserta kemudian menulis berita dengan mempergunakan persepsi masyrakat yang bermukim di sekitar Atma Jaya Babarsari mengenai bagaimana persepsi mereka terhadap adanya AMPLAZ.

Kurang lebih dua (2) jam waktu yang diberikan bagi peserta untuk mencari data atau informasi dan setelah itu kembali memberikan hasil kerja yang diperoleh. Waktu yang relatif singkat itu bukan tanpa alasan, tujuannya agar peserta bisa bekerja secara cekatan sesuai dengan kenyataan yang terjadi di dunia pers, dimana setiap putaran jarum jam sangat dihargai.

Sesi berikutnya dilanjutkan pada hari kedua Sabtu, 23 Februari. Dalam sesi kedua itu, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil yang diperoleh dari observasi dan interview pada hari sebelumnya di lapangan. Pada ummnya laporan  yang disampaikan bersifat views analisis, dikarenakan argumen-argumen yang dituangkan dalam tulisan bersifat opini subjektif penulis, fakta dari observasi dan interview tercampur dalam isi berita.

Feedback hubungan yang berlangsung selama presentasi antara penyaji dan audience. Setelah semua kelompok selesai mempresentasikan hasil loporannya, dilanjutkan dengan adanya masukan mengenai hal-hal apa yang masih belum diperhatikan oleh peserta dalam penulisan sebuah naskah berita. Salah satu formula untuk dapat menulis sebuah berita dengan baik, yaitu 5 W 1H (What, Who, Where, When, Why, How ) seperti yang diajarkan di kantor berita Associeted Press, USA. What berkaitan dengan apa yang hendak kita tulis / apa yang sedang hangat sekarang ini, Who siapa yang disorot, Where dimana terjadi peritiwanya, why mengapa peristiwa itu yang disorot, How bagaimana hal itu bisa terjadi. Selain formula itu adapun formula lain agar dapat melakukan sebuah penulisan yang baik GTPSO.

G = gagasan / Ide.

Dalam menulis diawali dengan sebuah ide apa yang hendak diambil, atau apa yang akan menjadi fokus dalam tulisan yang hendak ditulis.

T = tujuan.

Berkaitan untuk apa anda menulis atau membuat hal itu menjadi sebuah berita. Apakah hanya sekedar menginformasikan kepada orang, ataukah menjelaskan sesuatu secara kronologis, ataukah mengkomperasikan suatu kejadian atau fakta sosial yang satu dengan yang lain.

O = objek.

Aspek ruang dan waktu sangat menentukan arah tulisan. Artinya ada batasan-batasan yang jelas agar nantinya berita yang disampaikan tetap berada pada bingkai pemikiran awal.

S = sasaran.

Dalam penulisan suatu berita siapa yang menjadi saran atau tujuan dari pemberitaan tersebut. Apakah untuk anak-anak yang dimuat dalam majalah anak, ataukah kalangan eksekutif mudah atau bisnimen dalam majalah-majalah ekonomi ataukah pada kalayak ramai. Ini sangat berpengaru pada orientasi isi dari berita dan gaya bahasa yang dipakai.

P = Penulisan.

Ini merupakan fase terakhir dari sebuah proses penulisan berita. Dimana penulis menuangkan data, dan opini dalam serangkaian kalimat-kalimat. Aspek penulisan berkaitan dengan sasaran dimana berat ringannya tulisan disesuaikan dengan sasaran.

Formulasi inilah yang perlu untuk diperhatikan oleh seorang wartawan/penulis dalam menyajikan sebuah berita. Serangkaian dari kegiatan ini pada penghujung acaranya diakhiri dengan acara foto bersama antara para peserta, panitia dengan Pak Margantoro disusul dengan pemberian buku “Menjadi seorang Jurnalis Yang Handal” yang ditulis Pak Margantoro dkk  kepada ketua pelaksana Sdr. Anka.

3

Oleh:

Fredek Efendi Lodar


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: