:opini:Harga Perkenalan Tiket Trans-Jogya Hanya Rp1.000,-

29 07 2009

Harga Perkenalan Tiket Trans-Jogya Hanya Rp1.000,-

Slogan “Jogya Berhati Nyaman” mengingatkan pada kondisi dan situasi Jogya dahulu hingga sekarang yang masih adem ayem lan tentrem. Inilah yang membuat kota Yogyakarta menjadi salah satu kota pilihan orang pendatang untuk tempat tinggal sementara / transit sementara para mahasiswa untuk menimba ilmu dan para turis domestik yang ingin lebih mengenal berbagai wisata di Yogyakarta.

Demi terwujudnya tujuan kota wisata, Pemerintah Propinsi DIY bekerjasama tepatnya Dinas Perhubungan dan PT Jogya Tugu Trans(JTT) sebagai pihak operator bus patas dan PT Lendis Cipta Media sebagai pihak perusahan kontraktor pendirian shelter (halte) berkomitmen mewujudkan tujuan tersebut melaui pengadaan program bus patas, yakni Trans-Jogya. Tujuan pengadaan bus Trans-Jogya sebanyak 54 armada ini dalam upaya meningkatkan pelayanan angkutan umum dengan sistem pembelian pelayanan (buy the service) sekaligus mengurang polusi udara akibat asap kendaraan bus kota yang sudah tua. Pengadaan bus patas Trans-Jogya guna mengurangi keruwetan jalan lalu lintas, karena tidak menggunakan jalur khusus namun bercampur dengan kendaraan lain. Bus Trans-Jogya ini hanya berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang pada shelter (halte) khusus yang sudah disediakan.

Alat pembayaran bus patas Trans-Jogya dengan menggunakan tiket. Harga tiket sekali jalan Rp3.000,- bagi masyarakat umum, dan Rp2.000,- untuk pelajar. Adapun sistem penjualan tiket yakni tiket terusan, harian, dan bulanan. Tiket terusan memungkinkan penumpang berpindah bus tanpa membayar lagi, asalkan tidak keluar dari halte. Tiket harian serta bulanan bisa digunakan seharian atau sebulan penuh tanpa memandang intensitas naik turun bus (Kompas, 16 Januari 2008). Demi pencegahan tindakan kriminalitas pada malam hari di setiap shelter (halte) disediakan seorang satpam.

Tepatnya tanggal 18 Februari 2008 Trans-Jogya mulai diperkenalkan masyarakat umum mengenai cara penggunaan kartu dan tarif serta pemahaman rute perjalanan berdasarkan wana shelter (halte) Trans-Jogya. Sebagai tahap pengenalan ataupun sosialisasi, masyarakat dapat membeli harga tiket per orang seharga Rp1.000,-untuk sekali jalan. Tetapi sayang penjelasan yang disampaikan petugas mengenai rute perjalanan terhadap jalur trayek kurang jelas. Akibatnya, setiap penumpang bingung, cemas dan ricuh menanyakan penumpang lainnya guna memastikan apakah sudah benar rute tujuannya? Keraguaan dan ketakutan ini membuat penumpang semakin penasaran untuk mencoba seluruh trayek. Dari laporan Dinas Perhubungan DIY, jumlah penumpang hari pertama ujicoba sebanyak 13.000 orang. Pada hari kedua, meningkat menjadi 16.000 orang. Sedangkan hari ketiga, diperkirakan mencapai 20.000 orang. Melihat kenyataan ini nampaknya perlu pemikiran untuk menambahkan armada (Kedaulatan Rakyat, 21 Feburari 2008).

Adapun hal penting yang perlu diperhatikan penumpang, yakni istilah shelter (halte). Shelter merupakan ruang tunggu sekaligus ruang transit sementara para penumpang. Sebagaimana yang diungkapkan Kepala Bagian Kerja Sama Kota Yogyakarta Kaddri Renggono, bahwa “Halte bus patas ini berbeda. Desainnya tertutup dan modern karena dilengkapi mesin penjual tiket. Selain itu, lantai halte lebih tinggi satu meter dari trotoar di sekitarnya” ujar Kadri (Kompas, 8 September 2007).

Jumlah shelter yang sudah didirikan sebanyak 76 buah dengan 3 kombinasi warna yang dipakai sebagai warna halte sebagai berikut : warna hijau muda dan hijau tua mewakili rute trayek 1A (jurusan Terminal Pramanan-Bandara Adisucipto-Stasiun Tugu –JEC) dan 1B (jurusanTerminal Prambanan- Bandara Adisucipto–JEC-Kantor Pos Besar-Pingit-UGM). Warna biru mewakili rute trayek 2A (jurusan Terminal Jombor-Malioboro-Basen-Kridosono-UGM-Terminal Condongcatur) dan 2B (jurusan Terminal Jombor-Terminal Condongcatur-UGM_Kridosono-Basen-Kantor Pos Besar-Wirobrajan-Pingit). Serta warna mewakili merah rute trayek 3A (jurusan Terminal Giwangan–Kotagede- Bandara Adisucipto-MM UGM- Pingit-Malioboro-Jokteng Kulon) dan 3B (jurusan Terminal Giwangan-Jokteng Kulon-Pingit-Ringroad Utara- Bandara Adisucipto–Kotagede.

Dalam melayani para penumpang PT Jogya Tugu Transportasi menyediakan 118 tenaga kerja untuk kondektur, sopir, pencatat waktu dan penjaga tiket. Khusus para sopir dan kernet tidak mengambil tenaga kerja luar, melainkan tenaga kerja lama sehingga tidak memunculkan pengangguran baru. Hal ini disampaikan Direktur Utama Jogya Tugu Trans (JTT), Purwanto JR mengatakan 80% pramudi (pengemudi) yang direkrut merupakan sopir angkutan yang lama. Sedang 20% sopir baru, misalnya dulunya sopir dan sebagainya (Kedaulatan Rakyat, 20 Februari 2008). Oleh karena itu, para pengemudi bus patas harus menyesuaikan waktu kerja yang telah disepakati. Sesuai prosedur kerja, para tenaga kerja diperlakukan sistem shift sebanyak dua kali, yakni pukul 05.30-13.30 dan 13.30-21.30. Dengan gaji rata-rata Rp 1,8 juta hingga Rp 2 juta per bulan.

Terima kasih pada Pemerintah Propinsi DIY dan PT Jogya Tugu Trans(JTT) sudah memberikan kemudahan bagi mahasiswa / pelajar, turis serta masyarakat umumnya guna mengeliatkan parwisata Yogyakarta sekaligus perhatiannya pada para difabel. Meskipun masih banyak hal yang perlu dibenah, seperti persoalan bus yang belum bisa mepet ke halte. Kondisi ini sangat berpengaruh bagi pengguna kursi roda, mengingat roda cukup kecil dan ketinggian halte lebih tinggi daripada bus.

Untuk tunanetra, para petugas juga sering-sering mengingatkan agar berhati-hati karena diperlukan waktu untuk menyesuaikan dengan kondisi shelter (halte) dan bus tersebut. Secara sosial-ekonomi, pengadaan program bus patas ini membuka lapangan pekerjaan masyarakat Yogyakarta seperti usaha kecil menengah (UKM) pada sektor wisata.

Semoga program bus patas ini menjadikan warga Yogyakarta bersedia meninggalkan kendaraan pribadi di rumah dan bepergian naik bus patas untuk kegiatan sehari-hari. Seperti hasil jajak pendapat terhadap 320 responden menunjukkan 52,8% bersedia, 45,6% tidak bersedia dan 1,6 % tidak tahu (Kompas, 1 Desember 2007). Sukses selalu untukmu kota Yogyakarta.

-Yacinta Dian Ningrum-


Actions

Information

One response

17 07 2010
Naga212Geni

Info yang menarik Bro, Semakin lengkap infonya maka akan semakin baik pula situs ini. Salam kenal dari 212. Ditunggu kunjungan balasannya ke situsku : http:// naga212geni.blogspot.com Terimakasih. Melanjutkan Blogwalking dulu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: