:opini: tidak ada yang tulus

29 07 2009

Tidak Ada Yang Tulus

Dalam hidup ini mungkin sering orang berkata bahwa saya melakukan sesuatu tanpa mengharapkan apapun dari orang yang saya bantu atau ada yang berkata bahwa bahwa dia tulus memberikan sesuatu. Bahkan mungkin yang lebih akrab dengan kita adalah tentang hubungan yang sering dijalani oleh kebanyakan anak muda, yaitu pacaran. Sering pacarnya berkata “aku mencintai kamu tulus apa adanya”. Tapi teman-teman pembaca jangan mengira bahwa tulisan ini mengenai percintaan ya. Apa yang saya tulis ini berkaitan secara garis besar. Dan intinya itu mengenai apa yang kita berikan kepada orang lain, entah itu berupa perbuatan ataupun barang.

Dalam ilmu sosial terdapat sebuah teori yang mengkaji tentang pertukaran yang dilakukan antar individu. Teori tersebut adalah teori pertukaran sosial. Selain itu teori ini juga berkaitan dengan pilihan rasional karena berkaitan dengan cara berpikir seseorang untuk memilih.

Menurut George Homans teori ini membayangkan perilaku sosial (interaksi antar individu) sebagai pertukaran sosial, nyata atau tak nyata dan kurang lebih sebagai pertukaran hadiah atau biaya, sekurang-kurangnya antara dua orang. Hadiah disini dijelaskan sebagai sesuatu yang didapatkan seseorang atas apa yang dia lakukan terhadap orang lain. Biaya merupakan sesuatu yang harus dikeluarkan seseorang untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Kedua hal ini merupakan dasar dari teori pertukaran yang dikemukakan oleh Homans karena menurut dia dari proses kedua hal inilah terjadi pertukaran sosial.

Dari penjelasan teori diatas kita dapat melihat bahwa yang dilakukan oleh setiap individu tersebut secara tidak langsung menginginkan sebuah hadiah atau yang sering disebut dengan reward. Dan juga yang berkaitan dengan pilihan rasional, seorang individu akan memilih tindakan yang tentunya jika individu itu lakukan akan mendatangkan reward yang sangat menguntungkan bagi dia.

Jika kita kaitkan dengan perilaku individu-individu dalam kehidupan sehari-sehari, maka akan banyak sekali terdapat fakta yang membenarakan teori pertukaran sosial ini. Ketika seseorang ingin membantu orang lain, tentunya dia ingin mendapatkan sesuatau dari temannya (dalam hal ini disebut reward). Sekalipun individu tersebut berkata saya membantu anda dengan tulus, kemungkinan dia akan tetap mendapatkan sebuah reward yang bukan dalam bentuk barang, tapi dalam sebuah bentuk pengakuan dari individu yang dibantu. Dari sini kita dapat melihat bahwa tindakan setiap individu itu karena adanya motivasi untuk mendapatkan reward ataupun balasan. Dan jika reward yang didapatkan itu baik menurut individu tersebut,maka individu tersebut akan mengulangi hal tersebut.

Jadi apakah ada individu yang membantu atau melakukan pertukaran dengan individu lain yang tidak dengan motivasi untuk mendapatkan reward?. Mungkin dapat di tanyakan kepada diri masing-masing.

-Paskalis Herman-

Referensi
Humans George.Teori Sosiologi Modern.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: