:cerpen: Hidup yang diiringi Doa Ayah&Bunda

29 07 2009

Hidup yang diiringi
Doa ayah dan bunda

Setiap manusia terlahir dari rahim seorang Ibu, Ia begitu sangat mulia. Kasih sayang, belaian lembut cintanya membuat kita selalu membisikan kata “terima kasih, Ibu sangat berarti, cahaya penerang ditengah kegelapan, Sembilan bulan aku berada didalam rahim sucimu. ketika aku bergejolak untuk hadir didunia, Ibu berjuang menahan rasa sakit yang mendera, setiap tetesan keringatmu merupakan nafas hidupku.” Seorang Ibu tak pernah meminta balasan dari apa yang telah ia beri untuk kita, melihat anaknya tumbuh besar, sehat dan menjadi anak yang sukses adalah kebahagiaan. Disamping itu tak henti-hentinya ia berdoa siang dan malam untuk kita, menginginkan segala yang terbaik untuk anaknya.
Hidup makin terasa berarti ketika, sosok ayah menambah warna dalam setiap langkah perjalanan hidup. Ia tak pernah lelah, untuk bekerja membanting tulang hanya demi sesuap nasi, untuk menghidupi istri dan anak-anaknya. Setiap Ayah pasti mengajarkan untuk siap menjalani hidup menghadapai segala masalah yang harus dihadapi. Tak ketinggalan doa tulus ayah yang meyertai setiap langkah untuk melihat jauh kedepan, ketika kita terjatuh ia tak segan membopong dan membisikikan seuntai kata lembut ”Nak kamu pasti bisa, ayo semangat…..!!!!.’’
Jika tawa, kesuksesan dan materi menghampiri, semua itu tak luput dari doa seorang Ayah dan Ibu yang pasti sangat mencintai dan menyayangi kita. Apa yang bisa dilakukan seorang anak untuk orang tuanya? ”tentunya harus membuat mereka bahagia“ jadi sudah sepatutnya anak menyadari dan memahami semua ini. Mereka meyekolahkan kita setinggi mungkin, dengan harapan hidup anaknya akan jauh lebih baik. Mari membuat mereka bahagia dihari tua. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan semua itu, serius lah dalam menimba ilmu, tunjukan pada mereka bahwa kita ”BISA” selama mereka masih mampu membiayai sekolah, gunakan lah sebaik-baik mungkin, jangan menunda suatu hal yang sebenarnya bisa lakukan sekarang. Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu. Jika mempunyai niat yang tulus, maka TUHAN akan memudahkan setiap langkah pasti kita kedepan.
Sudah saatnya seorang anak menyematkan seuntai seyuman dibibir ayah dan ibu mereka, sorot mata biru yang membiaskan kecerahan hati. ” Terima kasih ayah dan ibu engkau selalu hadir disetiap denyut nadiku”.
Oleh:
Aditya Y. Pratama


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: